Category Archives: TATA BAHASA

DESKRIPTIF VS. PRESKRIPTIF

DESKRIPTIF VS. PRESKRIPTIF

Dua sudut pandang yang saling berkebalikan dalam melihat bahasa adalah DESKRIPTIF dan PRESKRIPTIF. Kadang disebut juga dengan linguistik deskriptif dan linguistik preskriptif (cek video ini agar lebih paham). Mungkin istilah yang paling sering didengar khalayak ramai adalah “deskriptif”–mirip dengan nama genre teks atau paragraf. Tapi sebenarnya yang sering kita lihat dan temui saat di bangku sekolah adalah sudut pandang preskriptif.

Read More

Mengapa Bahasa Inggris Memerlukan “is, am, are” dan Mengapa Bahasa Indonesia Tidak Selalu Memerlukan “adalah”?

Kita pasti sangat fasih dengan salah satu “aturan” dalam bahasa Inggris yang mengenal to be (is, am, are). To be am digunakan sebagai “pasangan” dari I, is berpasangan denganshe, he, it dan are berpasangan dengan you, we dan they. Misalnya, She is smart. They are beautiful. Hasil berpasangan itu merupakan bentuk persesuaian (agreement) subjek – verba. Ah, saya tidak akan membicarakan panjang lebar tentang aturan tatabahasa.

Read More

Monosilabisasi Bahasa Inggris

Tulisan berikut adalah bagian kecil tesis saya (bab 2)  yang berjudul “Kuasi-kopula dalam Bahasa Inggris”. Bagian kecil ini berupaya memerikan properti yang dimiliki oleh kopula be sebagai salah satu unit lingual. Semoga bermanfaat. 😀 ******************************************************** Properti Formal Kopula be Properti formal berkaitan dengan sejumlah perilaku yang diatur berkaitan dengan kondisi sintaksis. Properti formal kopula be, antara lain: 1. Menghubungkan (linking) Tugas utama kopula be, sesuai

Read More

Siapa Bilang Bahasa Indonesia itu Mudah?

Pada saat saya menayangkan tulisan yang di dalamnya membandingkan secara sepintas antara bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris, saya mendapati seseorang yang berkomentar bahwa bahasa Inggris lebih rumit dari bahasa Indonesia. Beberapa penutur asing yang mempelajari bahasa Indonesia pun awalnya berasumsi demikian. Hal ini terjadi karena mereka berkaca pada bahasa-bahasa Indo-Eropa atau bahasa-bahasa Asia Timur yang karakteristiknya jauh berbeda dengan bahasa

Read More

Peran Teta (Theta Theory)

Terminologi peran teta ini awal mulanya berasal dari konsep mengenai “deep semantic case” yang dicetuskan oleh Fillmore (1968) dan diikuti Givon yang memperkenalkan terminologi peran semantis (semantic role). Selanjutnya, Jackendoff menggunakan terminologi relasi tematik (thematic relation) untuk merujuk pada peran semantis tersebut, yang kemudian direvisinya menjadi peran tematik (thematic role) atau disingkat peran teta (theta role) pada tahun 1990an. Meskipun

Read More

Hilangnya Case Marker (Pemarkah Kasus) dalam Bahasa Inggris

Bahasa Inggris dalam perkembangannya mengalami beberapa tahapan historis yang penting. Tahapan-tahapan tersebut yakni Old English > Middle English > Modern English >Present Day English. Pada masa Old English, bahasa Inggris masih berstruktur SOV dan merupakan fleksi. Meskipun kemudian dalam perkembangannya bahasa Inggris mengalami perubahan yang signifikan hingga kini bahasa Inggris menjadi bahasa bertipe SVO atau NVN yang cukup ajeg (dalam konstruksi ekstrafrasal). Sedangkan dalam konstruksi intrafrasal

Read More

Fungsi Pemakaian Dislokasi Kiri dalam Bahasa Indonesia

Bahasa yang berjudul “Dislokasi Kiri dalam Bahasa Indonesia”. Saya terbitkan bagian kecil dari makalah tersebut (tidak mungkin saya publish semuanya, hehehe) yang menyangkut struktur informasi (fungsi pemakaian dislokasi kiri). Barangkali ada yang membutuhkannya. Semoga bermanfaat. 🙂 ************************************** Pentingnya informasi dalam sebuah proses berbahasa mendapat perhatian khusus pula dalam sintaksis yang selanjutnya dinamakan syntactic choice(pilihan sintaksis). Syntactic choice ini berkaitan dengan pemilihan bentuk atau kemasan informasi seorang

Read More

Konstruksi Kausatif dalam Bahasa Indonesia

Tulisan berikut ini sekilas membahas perihal konstruksi kausatif dalam bahasa Indonesia. Sebenarnya tulisan ini saya buat untuk membantu teman saya sewaktu ia hendak membuat paper tugas akhir semester 2. Daripada menumpuk saja di laptop, lebih baik tulisan singkat ini saya share. Siapa tahu ada yang sedang membutuhkan. ************************************* Kausatif bersangkutan dengan perbuatan (verba) yang menyebabkan sesuatu keadaan atau kejadian. (Kridalaksana,

Read More

Aspek (Linguistik)

APA ITU ASPEK? Verba memuat tiga aspek semantis; aspek (aspect), temporal atau kala (tense) dan modalitas (mood) yang ketiganya masuk ke dalam kategori gramatikal sebab ketiganya diungkapkan melalui proses morfologi yang luas dan teratur. Berikut ini akan dipaparkan definisi aspek dari beberapa linguis. Verhaar: aspek menunjukkan segi arti verba yang berkaitan dengan dimulainya, berlangsungnya, terjadinya, diulang tidaknya, selesai tidaknya, atau

Read More

Mengenal Kuasi-kopula dalam Bahasa Inggris

Berikut ini adalah potongan bagian latar belakang dari tesis saya yang berjudul “Kuasi-kopula dalam bahasa Inggris” (Quasi-copula in English). Barangkali ada yang bertanya-tanya apa sebenarnya kuasi-kopula dan apa menariknya sehingga harus dikaji. Nah, untuk mengetahuinya, selamat membaca tulisan saya ini. 🙂 Pada dasarnya manusia sudah dibekali dengan tatabahasa kodrati (innate grammar). Hal ini dijelaskan oleh Haegeman (1991:15) bahwa manusia lahir dengan dibekali

Read More