Transkripsi Fonetis dan Fonemis

Kenal Linguistik/ September 5, 2017/ FONOLOGI/ 0 comments

Sedang belajar matakuliah Fonetik, Fonemik, atau Fonologi? Diberikan tugas mentranskripsi menggunakan font fonetis?

Eh, ataukah kamu belum tahu font fonetis itu seperti apa? Ini penampakannya:

Pada tabel di atas ada tiga lajur: glos (konsep), tulisan (grafemik), dan bunyi bahasa (fonetis/k).

Biasanya sih dosen akan memberikan kopian font-font ini secara cuma-cuma. Namun, kalau kamu belum punya, kamu bisa unduh di sini, berikut cara menggunakannya, gratis!

  1. Silakan unduh font-font yang dibutuhkan dengan mengeklik gambar ini ==> 

  2. Ekstrak semua berkas (file), ke bagian mana pun di perangkat keras komputermu.

  3. Kopi (ctrl + c), lalu buka drive C ==> Windows ==> Fonts, langkah terakhir klik Paste (ctrl + v) ke deretan font yang berjejer di sana. Instalasi sederhana ini sangat cepat.

That’s it. Kamu sudah memasukkan font ini ke komputermu. Dengan demikian, kamu bisa mulai menulis dan mencetak tulisan-tulisan fonetismu di komputer yang kamu pakai.

PENTING: Kalau ingin mencetak di komputer lain atau di rental komputer, pastikan masukkan pula font yang kamu unduh tadi ke komputer yang kamu gunakan untuk mencetak.

Untuk mengetik menggunakan fonetis, perlu kesabaran ekstra. Caranya adalah

1. Biasakan menggunakan kurung siku […] untuk mengetik fonetis, sebab ini sifatnya berlaku universal.

2. Font fonetis dianggap simbol oleh Ms.Word. Klik Insert, lalu cari symbol di Ms.Word, lalu klik More Symbols.

 3. Ubah bar Fonts dari yang bertuliskan (normal text) ke Fonetis atau IPAPhonts (dua yang paling banyak dipakai.

Fonetis digunakan dalam penelitian-penelitian Badan/Balai/Kantor Bahasa yang cocok digunakan untuk bahasa-bahasa di Nusantara, sedangkan IPAPhonts berlaku universal).

4. Ulangi memasukkan satu per satu sesuai kebutuhan.

 

Apa bedanya tulisan fonetis dan fonemis?

Ada dua perbedaan utama tulisan fonetis dan fonemis:

  1. Tulisan fonetis diapit kurung siku […], sedangkan fonemis diapit garis miring /…/.

  2. Tulisan fonetis haruslah tepat seperti apa adanya bunyi itu, sedangkan tulisan fonemis hanya menekankan pada beban fungsi suatu bunyi yang disebut dengan fonem. Jika tidak terdapat beban fungsi pada suatu bunyi, ya berarti fonetis.

Anggap saja yang mengucapkan “bebek” adalah orang Jawa. Tanda seperti tanda tanya (?) di atas adalah bunyi yang dinamakan glotal stop, sedangkan di bawahnya ada kata “bebek” dituliskan menggunakan /k/ karena baik [?] maupun [k] pada kata “bebek” merupakan alofon (anggota) dari fonem /k/, alias tidak berbeban fungsi.

Sebaliknya, bunyi /b/, // /b/, // yang berurutan membentuk kesatuan  itu semuanya berbeban fungsi.

Itu saja yang bisa kami bagi, selebihnya, tanyakan pada dosen linguistikmu, yakk…. ^__^

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*