Tentang Kami

Akun ini berawal dari keisengan pembuatan akun khusus di Twitter sekitar lima tahun lalu oleh sepasang mahasiswa pascasarjana yang gemar belajar linguistik. Setelah turut merambah Facebook (dan akhir-akhir ini Instagram), beberapa minggu lalu kami mulai berpikir untuk mengembangkan dan menjangkau lebih universal daripada hanya di media sosial. Setelah berbagai pertimbangan (terutama harga :p), kemudahan pengelolaan (awam web >.<), dan konsep, akhirnya secara

Read More

Daftar Buku tentang Perubahan Bahasa (Language Change)

Salah satu hal yang pasti dalam bahasa–dan juga hampir semua aspek kehidupan–adalah perubahan. Bahasa pasti berubah. Tak mengherankan apabila kajian perubahan bahasa sangat memikat. Berikut buku-buku yang saya rekomendasikan untuk dibaca sebelum mendalami bidang ini. Untuk pemahaman dasar, ada baiknya membaca buku-buku pengantar ihwal perubahan bahasa berikut. Language Change: Progress or Decay – Jean Aitchison On Language Change: The Invisible

Read More

Pembidangan dalam Linguistik

Pembidangan dalam Linguistik

Linguistik adalah ilmu bahasa (bahasa manusia). Objek ilmu ini adalah bahasa. Bahasa yang dimaksud adalah bahasa sehari-hari (atau fenomena lingual). Yang primer (utama) adalah bahasa lisan, dan yang sekunder adalah bahasa tulis. Linguistik punya tiga kategori yang selanjutnya akan membagi linguistik dlm sub-sub disiplinnya, yakni mengkaji (1) bentuk, (2) “meaning”, dan (3) konteks. Dari ketiga kategori tersebut nantinya akan berkaitan

Read More

Mengenal Perbedaan Semantik dan Pragmatik

Kajian tentang tanda dan cara tanda-tanda itu bekerja dalam komunikasi manusia berupa bahasa telah mendapatkan perhatian dari para ilmuwan di masa lalu. Ilmu tentang hubungan antara penanda dan petanda itu disebut semiotika. Morris (1938) mengatakan bahwa dalam semiotika terdapat tiga bidang kajian, yakni sintaksis (syntax), semantik (semantics), dan pragmatik (pragmatics). Sintaksis adalah kajian tentang hubungan formal antartanda; semantik menganalisis hubungan

Read More

Linguistik Antropologi bukan Antropologi Linguistik

Banyaknya pembelajar linguistik yang keblasuk terlalu jauh ke pemahaman antropologi dalam kajian linguistik antropologi membuat saya tergerak untuk berbagi catatan singkat ini. Ingat, linguistik antropologi bukan antropologi linguistik. Bahasa tetap sebagai objek, namun dikaitkan dengan budaya penuturnya. Jangan sebaliknya! 😉 Selamat membaca! ———————————————————————————————— Linguistik antropologi dibedakan dengan antropologi linguistik. Perbedaan keduanya terletak pada fokus penelitian. Antropologi linguistik menekankan pada penelitian antropologi. Sedangkan linguistik

Read More

Daftar Seri ILDEP Linguistik

Seri ILDEP (Indonesian Linguistics Development Project) merupakan seri buku terbitan beberapa penerbit (Kanisius, Djambatan, Balai Pustaka, Grafiti) atas kerjasama Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Jurusan Bahasa dan Kebudayaan Asia Tenggara dan Ocseania, Universitas Negeri Leiden, Belanda. Meskipun nama proyeknya berhubungan dengan linguistik, buku-buku seri ILDEP tidak hanya menerbitkan buku-buku linguistik, melainkan juga buku-buku

Read More

Sekilas tentang Dialektologi

A. Pengertian Dialektologi Istilah dialektologi berasal dari kata dialect dan kata logi. Kata dialect berasal dari bahasa Yunani dialektos. Kata dialektos digunakan untuk menunjuk pada keadaan bahasa di Yunani yang memperlihatkan perbedaan-perbedaan kecil dalam bahasa yang mereka gunakan. Adapun kata logi berasal dari bahasa Yunani logos,yang berarti ‘ilmu’. Gabungan dari kedua kata ini berserta artinya membawa pengertian dialektologi sebagai ilmu yang memelajari suatu dialek saja dari suatu bahasa dan dapat pula

Read More

Mengapa Bahasa Inggris Memerlukan “is, am, are” dan Mengapa Bahasa Indonesia Tidak Selalu Memerlukan “adalah”?

Kita pasti sangat fasih dengan salah satu “aturan” dalam bahasa Inggris yang mengenal to be (is, am, are). To be am digunakan sebagai “pasangan” dari I, is berpasangan denganshe, he, it dan are berpasangan dengan you, we dan they. Misalnya, She is smart. They are beautiful. Hasil berpasangan itu merupakan bentuk persesuaian (agreement) subjek – verba. Ah, saya tidak akan membicarakan panjang lebar tentang aturan tatabahasa.

Read More

Referensi Wajib untuk Kajian Diakronis Bahasa Indonesia (Bahasa Melayu)

Saya akan bagikan referensi yang bisa dirujuk jika ingin mengkaji bahasa Indonesia secara diakronis (bahasa Melayu). Kajian diakronis tersebut dapat berupa kajian historis komparatif, kajian sintaksis, morfologi, dan lainnya, yang memperhitungkan periode waktu (over time). Beberapa buku berikut dapat dijumpai di perpustakaan fakultas ilmu budaya. Untuk jurnal-jurnal, perpustakaan Verhaar di Universitas Sanata Dharma bisa menjadi tempat tepat untuk mencarinya. Semoga

Read More

Prinsip Kesopanan (Politeness Principles)

Ada yang membutuhkan pencerahan tentang “Prinsip Kesopanan” (Politeness Principles)? Silakan membaca dan memahami tulisan ini. Selamat belajar. 🙂 PRINSIP KESANTUNAN/KESOPANAN Kesopansantunan pada umumnya berkaitan dengan hubungan antara dua partisipan yang dapat disebut sebagai ‘diri sendiri’ dan ‘orang lain’. Pandangan kesantunan dalam kajian pragmatik diuraikan oleh beberapa ahli. Diantaranya adalah Leech, Robin Lakoff, Bowl dan Levinson. Prinsip kesopanan memiliki beberapa maksim, yaitu maksim

Read More