Pembidangan dalam Linguistik

Kenal Linguistik/ Agustus 13, 2017/ KONSEP DASAR/ 0 comments

Linguistik adalah ilmu bahasa (bahasa manusia). Objek ilmu ini adalah bahasa. Bahasa yang dimaksud adalah bahasa sehari-hari (atau fenomena lingual). Yang primer (utama) adalah bahasa lisan, dan yang sekunder adalah bahasa tulis.

Linguistik punya tiga kategori yang selanjutnya akan membagi linguistik dlm sub-sub disiplinnya, yakni mengkaji (1) bentuk, (2) “meaning”, dan (3) konteks. Dari ketiga kategori tersebut nantinya akan berkaitan dengan (a) struktur, (b) arti dan makna, serta (c) konteks intralingual dan ekstralingual. Berdasarkan pengkategorian tersebut, linguistik dapat dibagi menjadi dua bidang besar: linguistik minor dan linguistik mayor.

Linguistik minor biasanya berurusan dengan form (bentuk), struktur, serta grammar (tatabahasa). Namun, ada pula yang menganggap makna intralingual juga termasuk di dalamnya. Linguistik minor ini kadang disebut juga linguistik umum atau “general linguistics”, terkadang disebut juga linguistik struktural. Tanpa kemampuan menganalisis linguistik minor, mustahil seseorang dapat menguasai linguistik mayor dengan baik. Berikut adalah daftar subdisiplin linguistik minor:
(1) Fonologi (dibantu oleh fonetik [ilmu tentang bunyi bahasa])
(2) Morfologi
(3) Sintaksis
(4) Semantik (koteks–bukan konteks)

Fonologi berurusan dengan bentuk terkecil yang distingtif, baik dalam kata maupun bentuk yang lebih besar.
Morfologi berurusan dengan satuan gramatikal terkecil. Satuan terkecilnya disebut morfem, satuan terbesarnya adalah kata. Karena urusannya grammatikal (tatabahasa), maka sintaksis–ilmu yang meneliti pengaturan kata–juga berkaitan erat dengan morfologi. Sintaksis dan morfologi adalah dua bidang yang biasa disebut dengan istilah tradisional TATABAHASA (GRAMMAR). Sementara itu, semantik adalah ilmu yang meneliti arti formal (umum, lepas dari konteks) dari bentuk-bentuk bahasa yang ada, baik berupa kata, frase, klausa, maupun kalimat.

Adapun linguistik mayor biasanya berkaitan dengan ekstralingual atau dengan kata lain: kaitan antara bahasa dengan hal-hal di luar bahasa.
Berikut cabang2nya:
(1) pragmatik
(2) analisis wacana
(3) sosiolinguistik
(4) antropolinguistik/etnolinguistik
(5) dialektologi
(6) psikolinguistik
dan lain-lain
Pragmatik menangani hubungan antara bahasa dan konteks pemakaiannya dalam kehidupan sehari-hari. Sosiolinguistik adalah hubungan antara bahasa dan pemakaiannya dalam lingkup sosial masyarakat. Antropolinguistik adalah hubungan antara linguistik dengan kebudayaan. Dialektologi menangani dialek dalam pemakaian berdasarkan areanya.

Sebenarnya masih ada bidang-bidang lain dari linguistik sinkronis, yakni linguistik kogntitif, tipologi bahasa, linguistik komputasional, atau neurolinguistik. Bidang-bidang linguistik di atas disebut juga linguistik sinkronis atau linguistik yang meneliti bahasa pada suatu masa saja.

Sementara itu, ada juga linguistik diakronis, yang meneliti perubahan bahasa dari masa ke masa. Ilmunya disebut dengan Linguistik Historis Komparatif. Disebut komparatif karena tujuannya adalah membandingkan fitur-fitur linguistik untuk mencari kekerabatan bahasa. Etimologi (ilmu yang meneliti asal-usul bahasa) adalah bagian dari linguistik diakronis.

Nah, itulah gambaran linguistik secara umum dari kacamata @KenalLinguistik. Bidang-bidang linguistik di atas terkadang dikontraskan dengan linguistik terapan, yang tujuannya berbeda dengan tujuan linguistik pada umumnya. Ada juga pembedaan antara linguistik deskriptif dan linguistik preskriptif. Untuk lebih jauh lagi, silakan googling.

Versi yang kami susun adalah yang standar karena beberapa pakar membedakannya dengan cara yang berbeda-beda. Mari kenal linguistik lebih jauh! ^___^

Penulis: Ikmi Nur Oktavianti & Icuk Prayogi
*tulisan ini telah dipublikasikan di blog kami

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*